Mengharapkan pertemuan dengan Allah

Standar

Kalau kita ditanya apakah Anda ingin bertemu dengan Allah? Banyak yang akan menjawab, tidak ingin karena itu berarti kematian, yang akan memutuskan kehidupannya dengan segala kenikmatan dunia. Saya pun terkadang takut menghadapi kematian karena dosa yang masih menumpuk.

Tetapi saya sebenarnya bersalah dengan ketakutan itu. Sebab, seandainya Allah pun memberikan waktu yang panjang, maka belum tentu saya akan menjadi manusia yang lebih banyak amalnya, lebih banyak ibadahnya. Sebab, sejatinya manusia adalah makhluk yang paling lemah dalam berjanji.

Tadi malam jam sepuluh, seorang saudara dekat saya meninggal dunia karena penyakit kanker yang dideritanya. Sejak kecil, kakak tersebut sudah menjadi piatu dan mendapatkan pemeliharaan dari tante saya. Sekalipun badannya tidak senormal orang kebanyakan, tetapi kakak sangat terampil mempelajari sesuatu. Kalau kami pulang ke Bone, pastilah kami mendatangi rumahnya dan di sana telah tersedia aneka kue, dan kerajinan tangan lainnya. Kakak menemani seorang tante yang tinggal sendirian. Kakak tidak lagi memikirkan kehidupan pribadinya, dan lebih banyak menolong tante, hingga Allah memanggilnya tadi malam.

Hari ini saya membaca sebuah ayat tentang pertemuan dengan Allah yang terdapat dalam QS. Yunus : 7-9

  • Sesungguhnya orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan di dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami, (QS. 10:7)
  • Mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. 10:8)
  • Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya , di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh keni’matan. (QS. 10:9)
  • Do’a mereka di dalamnya ialah: “Subhanakallahumma ” dan salam penghormatan mereka ialah: “Salaam”. Dan penutup do’a mereka ialah: “Alhamdulillaahi Rabbil’aalamin “. (QS. 10:10)
  • Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimang di dalam kesesatan mereka. (QS. 10:11)

Seseorang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Allah identik dengan orang yang tidak mengakui adanya pertemuan dengan Allah. Karena tidak mengharapkan pertemuan, maka mereka merasa dunia adalah kehidupan terakhirnya, dan merasa tenteram dengan semua yang dimiliki dan dilakukannya di dunia. Maka Allah membiarkan mereka dalam kesesatan yang berkepanjangan.

Renungan hari keduapuluh dua…..

 

One thought on “Mengharapkan pertemuan dengan Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s