Memakmurkan Masjid

Standar

Masjid seharusnya menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi selama sepuluh hari terakhir Ramadhan, tetapi sayangnya ketenarannya terkalahkan oleh mall-mall yang menawarkan diskon lebaran. Banyak muslim yang bersikap cuek dengan sepuluh terakhir. Atau bahkan pesimis untuk mendapatkannya, sehingga lebih suka menghabiskan waktunya di mall atau tidur setelah kekenyangan berbuka.

Dalam perjalanan pulang dari Semarang ke Madiun, saya melihat banyak masjid yang terbengkalai bangunannya. Belum terselesaikan karena kurangnya dana. Dan yang lebih menyedihkan, jalan-jalan kadang-kadang dipenuhi oleh orang-orang yang mengancungkan jala sebagai tampungan uang yang dilemparkan para penumpang kendaraan yang lewat. Dengan berbekal loud speaker mereka mengumumkan tentang pembangunan masjid dan perlunya dana untuk mewujudkan hal itu.

Jika benar-benar masjid harus dibangun di suatu tempat, sebenarnya sangat menyedihkan dengan tindakan meminta-minta yang dilakukan warga. Selain telah merendahkan umat Islam, yang didapat tidak seberapa. Pemerintah semestinya turun tangan untuk membangun rumah-rumah ibadah bagi rakyatnya.

Lalu, yang terpenting adalah setelah masjid itu dibangun, apakah warga benar-benar akan beribadah di sana? Banyak masjid yang sepi jamaah. Banyak masjid yang hanya diisi oleh orang-orang tua saja. Adapula kasus masjid yang dikunci karena belakangan ini banyak pencurian terjadi di masjid. Sound system dan peralatan elektronik lainnya selalu menjadi incaran orang-orang yang tidak takut kepada Allah dengan melakukan pencurian tersebut.

Masjid sudah sangat banyak dibangun di tanah air. Tetapi masjid belum dijadikan sebagai tempat ibadah dan berkumpulnya kaum muslimin sebagaimana masa Rasulullah SAW dan para sahabatnya dulu.

Sementara masjid sudah bertebaran di tanah air, masjid masih sangat diperlukan di beberapa belahan bumi yang baru berkenalan dengan Islam. Seperti halnya di Jepang. Masjid kami di Nagoya hanya ada dua, dan itupun sangat kecil untuk menampung muslim di Nagoya yang semakin bertambah.

Teman-teman Indonesia di Tokyo bergiat mencari dana untuk mewujudkan masjid Indonesia pertama di Tokyo. Sebenarnya di Tokyo sudah ada beberapa masjid yang dibangun oleh beberapa komunitas muslim di sana, tetapi itu dirasa kurang memadai. Oleh karenanya muncul ide pembangunan masjid Indonesia di Meguro.

Yang mengagumkan, teman-teman di Jepang sangat bersemangat memakmurkan masjid. Ada aneka kegiatan belajar mengajar Islam yang diselenggarakan. Masjid bahkan menjadi tempat favorit selama bulan Ramadhan. Sekalipun kami tidak libur sama sekali di kampus, kami masih dikuatkan Allah untuk melakukan i’tikaf sepanjang 10 hari terakhir ramadhan.

Barangkali benar adanya, ketika sesuatu dalam keadaan banyak, dia tidak terlalu dihargai. Tetapi ketika jumlahnya sangat langka, maka penghargaan kepadanya sangat berarti.

Renungan hari keduapuluh empat…. 

 

2 thoughts on “Memakmurkan Masjid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s