Menghamburkan harta di bulan Ramadhan

Standar

Datanglah ke mal-mal, department store pada bulan ramadhan, maka akan terlihat “kegilaan” kaum muslimin membelanjakan hartanya. Kegilaan tersebut akan bertambah-tambah menjelang hari terakhir ramadhan.

Kebiasaan memberikan parcel lebaran adalah tindakan baik jika diiringi keikhlasan. Namun bukan sebuah kebaikan jika untuk keperluan itu, muslim menghabiskan waktunya dan meninggalkan kewajiban sholat tarawih. Pantas saja, barisan sholat di masjid berkurang. Takmir masjid tak perlu lagi menyiapkan tikar tambahan di pelataran masjid, karena jamaah tertampung di dalam masjid bahkan masih ada tempat yang lowong di dalamnya.

Entah mengapa banyak orang yang memilih berbelanja di malam hari padahal Allah sudah menciptakan siang untuk bekerja, bepergian, berbelanja, dan beraktifitas aneka rupa, dan malam hari untuk beribadah dan beristirahat.

Pada malam-malam pertengahan ramadhan yang seharusnya dianjurkan untuk mengencangkan ibadah, karena di masa itulah dosa terampuni, dan doa-doa terijabah karena rahmat Allah, banyak orang yang menganggap dosa-dosanya sudah terampuni dengan hanya menjalankan ibadah puasa. Padahal belumlah lengkap ibadah ramadhan jika hanya dipenuhi dengan menahan diri dari lapar dan haus saja.

Demikianlah, banyak kaum muslimin yang menghamburkan uangnya di kasir-kasir departemen store, tetapi melupakan perhitungan yang lebih penting, yaitu perhitungan zakatnya.

Renungan hari keempatbelas…..

One thought on “Menghamburkan harta di bulan Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s