Gerakan Bebas Buta Al-Quran

Standar

Kalau rajin mendengarkan ceramah ramadhan di layar kaca atau khutbah yang disampaikan pada malam-malam ramadhan, kita bisa menyimpulkan bahwa ada beberapa kategori ceramah yang sering diusung : akidah dan akhlaq. Syariah atau fikih terkadang muncul namun yang ringan-ringan saja. Seputar sholat, puasa, dan zakat. Itupun baru sebatas anjuran, dan belum masuk hingga kedetilannya.

Materi ceramah seperti itu itu masih sama dengan yang dulu-dulu, dan memang tidak ada salahnya karena manusia adalah tempat lupa dan salah, sehingga peringatan kepadanya harus berketerusan. Materi-materi semacam ini banyak diperdengarkan kepada masyarakat awam, baik di desa maupun di perkotaan.

Lain lagi dengan pendengar dari kalangan mahasiswa. Ceramah di kampus-kampus sudah bukan lagi materi yang sederhana, tetapi banyak yang membahas masalah umat, misalnya perekonomian, politik, pemerintahan, peradilan, dll. Sesuai dengan alam berpikir mahasiswa yang kelak akan menjadi pembaharu di tengah masyarakat.

Namun kadang kala terlihat ketimpangan yang muncul karena kurang dikuasainya ilmu-ilmu mendasar untuk menguasai dan menerapkan syariah Islam. Yang paling mendasar adalah kemampuan membaca Al-Quran.

UNESCO telah menetapkan bahwa buta aksara alphabet harus ditekan, dan setidaknya penduduk bumi harus mengenal huruf dan angka, mampu membaca dan berhitung, maka selayaknya ada kesepakatan di kalangan kaum muslimin bahwa definisi buta aksara bagi muslim adalah buta aksara Al-Quran. Siapapun yang telah memeluk agama Islam, kemampuan basic yang harus dikuasainya adalah membaca huruf-huruf hijaiyyah, yang menjadi dasar penyusun Al-Quran.

Untuk itu Gerakan Pemberantasan Buta Al-Quran semestinya menjadi gerakan nasional. Jika sekarang beberapa SD menetapkan kemampuan baca huruf hijaiyyah sebagai persyaratan masuk, saya pikir bukan hal yang kontroversial, sebab bagi orangtua muslim adalah wajib bagi mereka membimbing anak-anaknya sejak masih kanak untuk membaca alif ba ta. Jika pada usia sangat dini sudah dituntunkan maka insya Allah tidak akan ada kesulitan membacanya di masa dewasanya.

Buta aksara Al-Quran menyebabkan penyakit umat yang tak terputus. Karena tidak dapat membaca Al-Quran, pemahaman terhadap ibadah shalat tidak lengkap. Banyak di antara kita yang cuma menerima apa kata ulama. Bahkan sudah tidak asing lagi ketika kita mendengar orang mengatakan, “Kata Pak Ustadz Anu…..”. Kalimat seperti ini kelak harus berubah menjadi, “Allah berfirman….”, “Sabda Rasululllah…..”

Mengubah status kita dari sekedar pengekor perkataan Si A, menjadi orang yang mengerti hukum Islam adalah target pribadi muslim yang mesti dicanangkan.  Apabila kita mempelajari bahasa Inggris ada level-level tertentu yang harus kita tempuh dan kita pun rela mengeluarkan uang dan tenaga untuk menguasainya, maka dalam mempelajari Al-Quran pun berlaku hal yang sama. Saya susunkan penjenjangan kemampuan yang sederhana berikut ini :

Kemampuan Level Dasar :

1. Mampu membaca dan menulis huruf hijaiyyah
2. Mampu membaca rangkaian huruf
3. Membaca satu surat belum dengan tartil

Kemampuan Level Menengah :

1. Membaca dengan tajwid yang benar
2. Lancar dan tidak terpatah-patah
3. Mengerti arti beberapa kata dengan melihat terjemahan

Kemampuan Level Tinggi

1. Mampu bahasa Arab untuk keperluan membaca
2. Membaca Al-Quran dengan tahsin dan tartil
3. Mengerti bacaan Al-Quran tanpa melihat terjemahan
4. Mampu membaca kitab tafsir Al-Quran
5. Memahami tafsir ayat-ayat Al-Quran

Tentu saja penjenjangan di atas bisa berubah sesuai dengan kondisi awal yang dimiliki pembelajar. Kalau seseorang sudah sampai pada level mampu membaca kitab tafsir dan memahami isinya, maka dia tentunya dapat pula mengajarkannya kepada sesamanya.

Demikianlah, apabila semua pihak bergerak bersama untuk membebaskan diri sendiri dari kebutaan ini, insya Allah akan lebih mudah diseru kepada kebaikan.

Bagi para pembelajar Al-Quran, Allah dan RasulNya menyampaikan kabar gembira :

كتاب أنزلناه إليك مبارك ليدبروا آياته وليتذكر أولوا الألباب )

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” [Shad : 29]

Dari shahabat ‘Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(( إنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخرِينَ )) رواه مسلم .

“Sesungguhnya Allah dengan Al-Qur`an ini mengangkat suatu kaum, dan menghinakan kaum yang lainnya.” [HR. Muslim 269]

Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]

Dari shahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رواه البخاري .

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.”[Al-Bukhari 5027]

Dari Ummul Mu`minin ‘Aisyah d berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(( الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ ))متفقٌ عَلَيْهِ

“Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.”[Al-Bukhari 4937, Muslim 244] (dua pahala tersebut adalah pahala membacanya dan atas kesulitan yang dialaminya)

Renungan hari kedelapan….

 

 

2 thoughts on “Gerakan Bebas Buta Al-Quran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s