Rela berbuat baik

Standar

Pernah sebuah stasiun TV menyiarkan kehidupan seorang pemungut sampah di sungai yang membentangi Jakarta.Kesehariannya berendam di air sungai yang mencoklat, yang siapapun enggan merenanginya. Tetapi tatkala ditanya dia, apakah Bapak senang mengerjakan ini? Maka dijawabnya, saya senang dan ikhlas mengerjakannya. Ini adalah ladang rizki yang diciptakan Allah untuk saya.

Seorang ibu sudah cukup tua untuk mencucikan baju anaknya. Tetapi dia tetap bangun subuh-subuh untuk merendam, mengucek dan membilas, kemudian menjemur pakaian anak-anaknya ketika mereka masih dibuai mimpi. Ibu tersebut mengerjakannya dengan ringan karena kerelaan dan keikhlasannya.

Banyak yang tidak menyadari bahwa kunci utama agar sesuatu pekerjaan tidak terasa berat adalah kerelaan dan kesenangan mengerjakannya. Orang-orang yang memiliki harta berlebih menyelesaikan beban kerja yang berat dengan uang. Anak-anak menggerutu ketika terlalu banyak PR yang diberikan. Tetapi mereka pada akhirnya dengan tekun mengerjakannya. Anak-anak mungkin tidak menyadari bahwa ketekunan itu lahir dari keikhlasan yang pelan-pelan tumbuh sesaat setelah mereka mulai mengerjakannya. Allah diam-diam menanamkan rasa senang dan kemudahan mengerjakannya.

Banyak sekali pekerjaan di kampus yang sebenarnya bukan menjadi bagian tugas kita. Kadang-kadang kita merasa enggan membereskannya karena tidak ada uang yang masuk ke kantong. Tetapi cobalah dikerjakan ! Keseriusan akan tumbuh dan Allah akan membantu kita untuk melupakan masalah uang, dan mengajari kita tentang kerelaan berbuat baik. Saya barangkali termasuk orang yang tidak begitu peduli dengan pakem-pakem ini tugas si A, ini tugas si B. Banyak hal yang menurut saya adalah tugas bersama, misalnya kerapihan dan kebersihan ruangan bukan tugas cleaning service fakultas kami semata, tetapi adalah kewajaran menyapu dan mengepel lantai yang kotor, merapikan buku dan melap debu yang menempel. Apakah dosen punya waktu banyak mengerjakan itu? Tidak juga. Namun tidak bisa dikatakan pula bahwa kami adalah orang yang sangat sibuk, sebab setiap hari kami masih bisa mengobrol 2 jam-an.

Kerelaan berbuat baik telah digambarkan Allah dalam Al-Quran surah Al-Baqarah : 158.

2:158
Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebagian dari syi’ar Allah . Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i di antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:158)

Renungan hari kelima…..

One thought on “Rela berbuat baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s