Mana yang lebih baik?

Standar

Mana yang lebih baik, membaca Al-Quran atau internetan? sholat dhuha atau shopping?membaca buku agama atau novel?berdzikir atau bergurau?berbicara atau diam? pergi ke masjid atau tidak?dll. Manusia selalu hidup di antara pilihan.

Selama hidup, kita tidak akan pernah lepas dari memilih dan memilih. Karenanya Allah telah melengkapi kita dengan akal dan hati untuk dipakai sebagai alat pemilih.Jika manusia hanya menurutkan hatinya saja, maka pastilah yang akan dipilihnya yang enak-enak saja. Namun, jika dia menggunakan akalnya saja kadang-kadang yang membawa keuntungan duniawi yang menjadi pilihannya.

Lalu bagaimana sebaiknya? Menggunakan akal dan hati adalah paduan yang akan baik. Tetapi perlu kondisi yang sehat, baik, bersih/jernih bagi keduanya (akal dan hati). Jika hati manusia tidak bersih, maka sekalipun dipakainya bersama akalnya untuk memilih, pilihannya bukanlah pilihan yang tepat. Demikian pula jika akal manusia tidak dipenuhi dengan ilmu dan hukum agama, maka dia akan tumpul ketika dipakai untuk memilih.

Pilihan-pilihan yang dipaparkan dalam bagian awal tulisan ini adalah dua hal yang barangkali cukup mudah untuk kita lakukan. Bukan buah simalakama yang kalau dipilih ibu mati, kalau tak dipilih bapak mati. Saya pribadi menghadapi pilihan-pilihan tersebut dalam keseharian pada ramadhan ini, dan merasakan betapa syetan sebenarnya tidak diikat kuat pada bulan ramadhan. Atau kadang-kadang saya berpikir bahwa keimanan saya belum kuat, sehingga pilihan-pilihan non ibadah lebih banyak daripada pilihan ibadah. Astaghfirullah…

Di dalam QS As-Syams ayat 8-10 disebutkan :

91:8
91:9
91:10

Fa (maka) alhamahaa (Allah telah mengilhamkan kepadanya (jiwa)) fujuurahaa (jalan kemaksiatan) wa taqwaahaa (dan jalan ketakwaan).
Qad (Sungguh) aflaha (beruntung) man (orang yang) zakkaaha (mensucikannya)
Wa qad (dan sungguh) khaaba (merugi) man (orang yang) dassaahaa (mengotorinya).

Maksud dari ayat-ayat di atas adalah bahwasanya dalam diri/jiwa yang diciptakan Allah, telah dibuatNya pula sifat-sifat keburukan dan ketakwaan. Ada orang yang membersihkan jiwanya sehingga menjadi beruntunglah dia. Tetapi ada pula orang yang mengotori jiwanya maka merugilah dia.

Dalam ayat tersebut kita melihat bahwa Allah menciptakan hal-hal yang positif dan negatif dan memberi kesempatan kepada manusia untuk memilih antara keduanya. Tetapi Allah tidak pernah memaksa manusia untuk memilih salah satunya, tetapi Dia memberi petunjuk kepada hambaNya untuk memilih yang terbaik apabila hambaNya meminta.Wallahu a’lam bisshawaab.

Renungan hari keempat….

 

One thought on “Mana yang lebih baik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s