Mensucikan harta

Standar

Islam sangat erat hubungannya dengan kesucian. Anjuran untuk mensucikan raga, jiwa, hati dan harta banyak kali disampaikan baik dalam ayat-ayat Al-Quran maupun hadits Rasulullah SAW.

Untuk mensucikan raga dianjurkanlah kita untuk mandi, mandi besar, mensucikan najis dan berwudlu sebelum melakukan ibadah. Dzikir diperintahkan agar tercipta kesucian hati. Dan zakat, sedekah dianjurkan dan diwajibkan untuk membersihkan harta.

Pada bulan ramadhan  banyaklah orang Islam yang mendatangi amil zakat untuk menyetorkan zakat mal-nya. Tetapi masih banyak juga yang tidak menyadari bahwa kewajibannya telah tiba. Ada juga yang tidak mau ambil pusing dan menyerahkan penghitungannya kepada pihak tertentu.

Tidak ada masalah bagaimana harta itu dikeluarkan, asalkan sudah diniatkan kepada Allah semata, dan dia adalah harta-harta yang bebas dari keharaman, lalu disampaikan kepada pihak yang berhak menerimanya, maka sahlah dia.

QS. Al-Baqarah banyak sekali menyebutkan ayat tentang perintah dan kebaikan mensucikan harta, salah satunya adalah ayat 265 :

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

wa matsalu (Dan perumpamaan) alladziina (orang-orang yang) yunfiquuna amwaalahum  (membelanjakan hartanya) ibtighaa (karena mencari) mardhootillahi (keridhaan Allah) wa tatsbiitan min anfusihim (dan untuk keteguhan jiwa mereka) kamatsali jannaatin (seperti sebuah kebun) birabwatin (yang terletak di dataran tinggi) ashaabaha waabilun (yang disiram oleh hujan lebat) fa atat ukulahaa (maka kebun itu menghasilkan buahnya) dli’faini (dua kali lipat). Fa in lam yushibhaa waabilun (Jika hujan lebat tidak menyiraminya)  fa tholl (maka hujan gerimis (pun memadai)) wallaahu (Dan Allah) bimaa ya’maluuna (terhadap apa yang kamu perbuat) bashiirun (Maha Melihat)

Banyak yang mengira dan tidak yakin dengan balasan kebaikan yang melimpah yang dijanjikan Allah terhadap orang-orang yang mensucikan hartanya, sehingga tatkala hendak berzakat muncul keraguan dan kecenderungan bahwa hartanya belum cukup. Jika demikian adanya maka hatinya telah terbujuk oleh syetan.

Sucikanlah harta dengan penuh keikhlasan….

Renungan hari keduapuluh sembilan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s