Dakwah itu harus seperti air

Standar

Menyampaikan ajaran Islam kepada orang Islam ataupun non Islam adalah pekerjaan sehari-hari yang seharusnya dipahami oleh semua muslim. Mengajak orang untuk sholat bukan hanya boleh keluar dari mulut orang yang mengerti agama. Mengajak orang berpuasa bahkan bisa diucapkan oleh anak kecil sekalipun.

Tetapi mengajak tidak identik dengan ajakan dipenuhi. Banyak kalanya ketika ajakan tak didengarkan sama sekali. Pada saat demikian orang yang menyeru harus berlaku seperti air.

Air adalah materi belajar yang disampaikan Allah kepada makhlukNya untuk memahami perilaku alam dan makhluk. Air muasalnya dari tempat tinggi di pegunungan, selama ada posisi tinggi rendah dia akan selalu bisa mengalir. Jika dia tertahan di suatu tempat dia akan berusaha mencari tempat aliran yang lain menuju ke laut, muaranya.

Air juga membawa kesejukan. Ketika panas dan emosi manusia memuncak, atau ketika binatang-binatang marah karena kehausan, ketika tumbuhan mengering karena kehausan maka kedatangan air akan membawa kehidupan baru dan kesegaran baru.

Karena sebagian besar tubuh manusia dan makhluk di bumi ini adalah air, maka wajar saja pendekatan cara air akan lebih mengena, ketimbang pendekatan api.

Demikianlah pendakwah harus bisa membawakan diri sebagai air yang datang kepada orang yang diserunya secara perlahan membawa kesejukan dan tidak putus asa dengan jalan buntu, selalunya mencari jalan pemecahan yang lebih melancarkan.

Renungan hari keduapuluh tujuh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s