Didikan pertama untuk anak

Standar

Apa yang harus diajarkan pertama kali oleh orang tua kepada anaknya ? Bukan mengetahui angka 0 sampai dengan 10, bukan huruf A sampai dengan Z. Yang harus diajarkan pertama kali adalah melafazkan Allah, membaca huruf-huruf hijaiyyah dan menuliskannya.

Keadaannya menjadi terbalik di Indonesia, banyak orang tua yang lebih senang dan bangga jika anaknya dapat membaca alphabet dengan lancar. Bukan melulu salah orang tua, sebab mereka juga mendapatkan didikan yang sama dulunya. Tetapi melemparkan kesalahan dan mencari akar masalahnya yang tak berujung adalah tindakan yang buang energi.

Orang tua muslim mesti berupaya sekuat tenaga juga menjadi pembelajar Islam yang lebih baik. Yang belum bisa baca Quran mesti belajar Quran, yang belum tahu tata cara sholat mesti sholat. Jangan sampai anak-anak menjadi malu karena dia bisa sementara ayah ibunya tidak bisa dalam perkara agama.

Bukankah kisah Luqman telah menuntunkan kepada sesuatu yang jelas tentang perlunya mengajari anak tentang agamanya ?

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

wa idz qaala luqmaanu (Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata) libnihi (kepada anaknya) wa  huwa yu’idzuhu (di waktu ia memberi pelajaran kepadanya) yaa bunayya (“Hai anakku ) laa (janganlah) tusyrik billaahi (kamu mempersekutukan Allah),inna syirka (sesungguhnya mempersekutukan (Allah)) ladzulmun ‘adziim (adalah benar-benar kezaliman yang besar”). (QS. 31:13)

Renungan hari keduapuluh lima….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s