Selalulah Berdoa

Standar

Hampir semua orang Jepang lebih mempercayai bahwa keberhasilan seseorang ditentukan oleh seberapa besar usaha yang dilakukannya. Sering sekali mereka mengatakan, “gambareba, nan demo dekiru” (kalau berusaha, apa saja bisa). Saya kadang-kadang juga mengucapkan hal itu di depan mereka semata-mata untuk menunjukkan bahwa saya sama dengan mereka, tidak berputus asa dan selalu berusaha keras. Tetapi saat mengucapkan itu saya selalu mengiringinya dengan doa di dalam hati.

Bahwa manusia hanya dapat berusaha dan penentu segala keputusan adalah Allah, tidaklah mereka yakini. Kegagalan dalam sebuah proyek akan dianalisa berdasarkan faktor-faktor duniawi, dan tidak ada pertimbangan faktor X, faktor ukhrowi.

Tetapi Allah tidak hanya ada di Timur Tengah atau di Indonesia. DIA pun ada di Jepang. Oleh karenanya sekalipun kebanyakan orang Jepang tidak mempercayaiNya, sebagai muslim tak selayaknya kita ikut-ikutan merendahkan Kuasa Allah.

Selalulah berdoa.

Menurut hadits Nabi SAW setiap detik selama ramadhan semestinya dihiasi dengan doa, sebab doa-doa orang yang berpuasa makbul. Maka itulah yang saya lakukan jika saya merasa kelelahan dan kepayahan harus berjalan di tengah panas terik bersuhu 35 derajat menuju tempat kerja. Permohonan saya agar hawa panas yang dikeluarkan matahari menyehatkan tubuh saya, membuat semua darah bergerak dengan lancar, dan sampai ke tubuh dengan panas yang berkurang, agar otak saya pun menjadi dingin dan mampu berfikir baik.

Di kolom katakata saya pernah menulis selarik kalimat berikut ini :

Jika sudah tangan bekerja dan mulut berdoa, apatah lagi yang lebih membahagiakan selain itu ?

Seorang Jepang yang pandai berbahasa Indonesia mengirimi saya email secara pribadi dan menyatakan sangat suka membaca kolom katakata, terutama kalimat itu.

Saya kurang tahu apakah dia juga percaya dengan kekuasaan Allah.

Selama menjalani program doktor, saya banyak menangis bermohon kepadaNya jika merasa sangat lemah, letih setelah berusaha. Saya sering mengatakan kepada professor bahwa saya akan berdoa kepada Allah, ketika dia menawarkan sebuah deadline yang sangat mustahil untuk menepatinya. Ketika saya dinyatakan lulus, beliau berkata, “ini karena Kamisama (Tuhan) mendengar doa-doa Murni san”

Jangan berhenti berdoa. Jangan menyepelekan kekuatan doa.

Bukankah kita sering membaca surat Al-Ikhlas setiap hari ? Di dalamnya ada perkataan yang disampaikan Allah bahwa Dia adalah tempat meminta.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Qul (katakanlah) Huwa (Dialah) Allahu ahad (Allah yang Satu)

اللَّهُ الصَّمَدُ

Allahu asshomad (Allah tempat meminta)

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

lam yalid (tidak berputra) wa lam yuulad (dan tidak diperanakkan)

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

wa lam yakun (dan Dia tidak ada) lahu (baginya) kufuwan (sekutu) ahadun (satupun)

Allah meyakinkan kita bahwa doa dan permintaan hambaNya akan selalu didengar, dan dikabulkan, dengan persyaratan peribadatan si hamba atau doanya si hamba tidak dengan kesombongan.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

wa qaala rabbukum (Dan Rabbmu berfirman), ud’uunii (Berdo’alah kepada-Ku) astajib lakum (niscaya akan Ku-perkenankan bagimu). inna lladziina (Sesungguhnya orang-orang yang) yastakbiruuna (menyombongkan diri) ‘an ‘ibaadatii (dari menyembah-Ku) sayadkhuluuna (akan masuk) jahannam (neraka Jahannam) daakhiriin (dalam keadaan hina dina) (QS. 40:60)

Renungan hari kedelapanbelas…..


One thought on “Selalulah Berdoa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s