Penciptaan Langit dan Bumi

Standar

Manakah yang lebih dulu diciptakan, langit atau bumi ?

Ayat-ayat tentang penciptaan langit dan bumi di dalam Al-Quran banyak sekali, dan tidak ada kalimat jelas yang menunjukkan yang mana yang duluan diciptakan. Analisa tentang hal ini adalah sebuah hal menarik bagi orang yang mendalami sains, dan sekaligus menunjukkan betapa Al-Quran telah membawakan hal-hal misterius yang belum dapat dipahami manusia tentang bumi dan langit.

Urutan penciptaan keduanya agaknya dapat dilihat pada QS. 79 (An-Naaziat): 27-33.

أَأَنتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاء بَنَاهَا

aantum (Apakah kamu) asyaddu (yang lebih sulit) khalqan (penciptaannya) amissamaa (ataukah langit?) bayaaha (Allah telah membangunnya) (QS. 79:27)

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا
rafa’a (Dia meninggikan) samkahaa (bangunannya) fasawwaaha (lalu menyempurnakannya) (QS. 79:28)

وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا

wa aghthasya (dan Dia menjadikan gelap gulita (lailahaa (malamnya), wa akhraja (dan menjadikan) dhuhaaha (siangnya terang benderang) (QS. 79:29)

وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا

wal ardla (Dan bumi) ba’da dzaalika (sesudah itu) dahaahaa (dihamparkannya) (QS. 79:30)

أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءهَا وَمَرْعَاهَا

akhraja (Ia memancarkan) minhaa (daripadanya) maaahaa (mata airnya) wa mar’aahaa (dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya) (QS. 79:31)

وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا

waljibaala (Dan gunung-gunung) arsaaahaa (dipancangkan-Nya dengan teguh) (QS. 79:32)

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ

mataa’an lakum ((semua itu) untuk kesenanganmu) wal an’aamikum (dan untuk binatang-binatang ternakmu) (QS. 79:33)

Berdasarkan ayat-ayat di atas, Allah telah menciptakan langit terlebih dahulu, lalu menciptakan siang dan malam, artinya matahari dan bulan, atau benda-benda langit diciptakan sesudahnya. Lalu setelah bagian atap yang memayungi selesai, diciptakanlah bumi dengan segala isinya.

Dalam QS. Thahaa : 6 Allah menjelaskan tentang adanya makhluk langit, makhluk antara langit dan bumi, makhluk  di atas bumi, dan makhluk di bawah tanah.

لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَى

lahuu (Kepunyaan-Nya-lah) maa fissamaawaati (semua yang ada langit) wa maa(dan semua yang) fil ardhli (di bumi), wa maa bainahumaa (dan semua yang di antara keduanya) wa maa tahta atstsarraa (dan semua yang di bawah tanah) (QS. 20:6)

Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala ketelitian dan kecermatanNya dalam penciptaan langit dan bumi. Dan masih banyak yang tidak diketahui manusia.

Dr. Maurice Bucaille telah menuliskan tentang penciptaan langit dan bumi secara sangat menarik dalam bukunya “La Bible Le Coran Et La Science”. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia pun sudah saya baca sejak masa-masa mahasiswa S1 dulu, “Bible, Al-Quran dan Sains Modern”. Buku ini masih sangat menarik sekalipun ditulis beberapa puluh tahun lalu.

Renungan hari kesembilan belas….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s