Pekerjaan Sia-sia

Standar

Selama  bulan ramadhan, sekalipun tampak sehat, tenaga kita umumnya menurun. Karena puasa itu cukup melelahkan dan membutuhkan kesabaran, Allah menghargai tidurnya orang yang berpuasa. Tetapi Allah tidak menyuruh orang berpuasa untuk menghabiskan waktunya dengan tidur.

Kalau seseorang tidur saja sepanjang hari-hari berpuasanya, maka tidaklah nikmat terasa air yang masuk ke tenggorokannya saat dia berbuka. Berbeda dengan orang yang menghabiskan hari-hari ramadhannya dengan banyak melakukan aktivitas ibadah : bekerja, membaca Al-Quran, memperbanyak sholat, membaca buku-buku Islam, dll.

Orang yang disibukkan harinya dengan bekerja, tidak akan merasakan lapar yang sangat berarti karena konsentrasinya terfokus untuk bekerja. Tetapi orang yang tidak melakukan apa-apa akan merasa lapar dan payah karena selalu saja menghitung-hitung tibanya waktu berbuka. Seolah tidak sabar dengan puasanya.

Termasuk pekerjaan sia-sia pada bulan ramadhan adalah menghabiskan waktu di depan TV, internet untuk keperluan hiburan atau lebih banyak jalan-jalan di toserba ketimbang memperbanyak dzikrullah.

Beruntung sekali di Indonesia karena setiap harinya banyak majelis ilmu yang bisa didatangi. Sementara di Jepang kamilah yang harus menciptakan majelis ilmu itu.

Ramadhan semestinya memang tidak diisi dengan segala bentuk kesia-siaan sebab Allah telah menyediakan pahala berlipat di dalamnya. Maka kurang akal sekali manusia jika dia tidak mengambil kesempatan ini untuk menabung bekal kelak.

Dari Sahl bin Sa`ad radhiallahu `anhu, dari Nabi shallallahu `alayhi wasallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya di dalam Surga itu terdapat 1 pintu yang diberi nama ar-Rayyan. Dari pintu itu orang-orang yang berpuasa akan masuk pada hari kiamat kelak. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu itu selain mereka saja. Dan jika mereka telah masuk, maka pintu itu akan ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut. “(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Siapatah yang tidak ingin memasuki surga Ar-Rayyan, yang dipersiapkan untuk orang-orang yang berpuasa selama bulan ramadhan dengan ikhlas ?

Renungan hari ketujuh belas….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s