Sudah separuh bulan

Standar

Bagaimana ibadah kita hingga pertengahan ramadhan ? Sudah semakin baikkah ?

Saya baru menyadari ramadhan telah memasuki separuh masanya saat kemarin malam menyaksikan bulan yang begitu sempurna merekah di tengah perjalanan menuju tempat kerja.

Rencananya akan pergi ke masjid sepulang kerja, tetapi waktu tidak memungkinkan karena sudah sangat terlambat untuk mengejar tarawih di masjid. Terhitung sudah tiga kali saya sholat tarawih sendirian. Sekalipun tidak salah, tetapi rasanya kurang sreg, sebab Allah menjanjikan pahala yang besar jika itu dikerjakan secara berjamaah.

Oleh karena itu, saya mulai mengatur dan mencatat jadwal kereta agar efektif perjalanan dan bisa mengejar kereta tercepat supaya masih terkejar jamaah sholat maghrib, isya dan tarawih di masjid Honjin.

Hampir setiap hari saya ada kerja dan umumnya sampai jam 5 sore atau kadang-kadang sampai jam 9 malam. Kalau menuruti kata badan, sebenarnya lebih enak pulang ke rumah. Tetapi saya yakin Allah menguatkan niat dan memberikan kekuatan fisik kepada hambaNya yang berniat baik berkunjung ke rumahnya.

Salah satu yang menjadi kegiatan utama di bulan ramadhan adalah membaca Al-Quran. Bukan masalah cepat dan banyaknya juz yang terbaca, tetapi kecintaan dan kerinduan untuk membaca dan memahaminya itulah yang lebih utama. Kecintaan dan kerinduan itulah yang membuat kita semakin hari semakin ingin menghabiskan waktu membacanya.

Perkara lain yang juga perlu dikencangkan adalah hafalan Al-Quran. Sekalipun sangat susah karena harus disambi dengan kerja setiap hari, tetapi jika ada niatan tak ada sesuatu yang tidak bisa terlaksana.

Sudah separuh bulan ramadhan.Semoga Allah melipatkan pahala kita selalu, memberikan kita kesempatan untuk mendapati lailatul qadar. Semestinya malam itu tidak tersaksikan dan terasakan oleh semua orang. Hanya orang-orang yang berikhtiar dan berupaya keras untuk semakin dekat kepadaNya.

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Inna (Sesungguhnya Kami) anzalnaahu  (telah menurunkannya (Al-Qur’an)) fii lailatil qadr (pada malam kemuliaan)

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
wa maa adraaka (Dan tahukah kamu) maa lailatul qadr (apakah malam kemuliaan itu?)

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
lailatul qadr (Malam kemuliaan itu) khairun (lebih baik) min alfisyahri (dari seribu bulan).

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
tanazzalu (diturunkan) almalaaikatu (malaikat-malaikat) wa rruuhu (dan malaikat Jibril) fiihaa (pada malam itu) bi idzni (dengan izin) rabbbihim (Rabbnya) min kulli amrin (untuk mengatur segala urusan).

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
salaamun (kesejahteraan) hiya (Malam itu) hatta (hingga) mathlail fajr (terbit fajar).

Renungan hari kelimabelas……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s