Takut kemiskinan

Standar

Seandainya perempuan muda berusia 23 tahun yang beberapa waktu lalu ditayangkan berulang-ulang di layar TV memahami ayat-ayat Allah, tentunya dia tidak akan membiarkan dua anak balitanya meninggal kelaparan dan kesakitan.

Dua anak mungil yang lucu-lucu dikurung dalam sebuah kamar apartemen, sebab ibunya harus berangkat bekerja mencari uang untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya. Sayangnya sang ibu masih sangat belia barangkali sehingga tak panjang cara berfikirnya. Dia tak titipkan anak-anaknya ke hoikuen karena uang yang diperolehnya lebih banyak dimanfaatkan untuk membeli keperluannya sebagai hostes.

Entah apa yang terjadi sebenarnya dan apa yang berkecamuk dalam pikiran si ibu muda, sehingga akhirnya membiarkan kedua anaknya mati kelaparan dalam kamar yang tak bercahaya.

Anak-anak adalah anugerahNya yang terbesar kepada manusia, sehingga nama ibu bapaknya akan tetap disebut-sebut nantinya. Oleh karenanya Allah melarang keras membunuh anak-anak karena takut kemiskinan, sebab Allah menjamin rizki setiap hambaNya.

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاء وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

inna rabbaka (Sesungguhnya Rabbmu) yabsuthu (melapangkan) arrizqa (rezki) li man yasyaa (kepada siapa yang Dia kehendaki) wa yaqdiru (dan menyempitkannya); innahuu (sesungguhnya Dia) kaana (keadaannya) bi7ibaadatihi (terhadap hamba-hambaNya) khabiiran (Maha Mengetahui) bashiiran (lagi Maha melihat) (QS. 17:30)

وَلاَ تَقْتُلُواْ أَوْلادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُم إنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْءًا كَبِيرًا

wa laa (Dan janganlah) taqtuluu  (kamu membunuh) awlaadakum (anak-anakmu) khasyiiatan (karena takut) imlaaqin (kemiskinan) nahnu (Kamilah) narzukuhum (yang akan memberi rezki kepada mereka) wa iyyaakum  (dan juga kepadamu) in qatlahum (Sesungguhnya membunuh mereka) khithan (adalah suatu dosa) kabiiran (yang besar) (QS. 17:31)

Renungan hari kesembilan…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s