Anak dan agamanya

Standar

Sejak mulai puasa, saya setiap malam pergi ke rumah teman di dekat kampus untuk sholat tarawih berjamaah. Alhamdulillah tarawih masih selalu kami kerjakan berjamaah sebagaimana pesan Rasulullah SAW.

Karena peserta tarawih dari mulai anak-anak balita hingga ibu-ibu, maka tarawih tidak bisa kami kerjakan panjang-panjang. Anak-anak yang sangat jarang menikmati tarawih berjamaah, setiap selesai dua rakaat selalu menghela nafas panjang dan bertanya berapa kali lagi ?๐Ÿ™‚

Tapi alhamdulillah mereka sekalipun sholat dengan gerakan yang malas-malasan atau sambil senggol-senggolan dengan teman-temannya, saya yakin mereka mulai mempelajari sebuah kebiasaan baik dalam agamanya.

Cukup sulit mengajari anak-anak sholat memang. Tetapi menunjukkan mereka dengan contoh sehari-hari adalah cara yang terbaik.

Setelah sholat witir usai ditunaikan, sebagaimana biasanya anak-anak, mereka segera asyik bermain bersama dengan mainan-mainannya. Sementara kami orang tua mulai tadarus Al-Quran. Sekali-sekali satu anak datang sambil bertanya ibu, lagi ngapain ? Ataukah datang sekedar duduk di dekat ibunya dan memperhatikan kami mengaji.

Anak-anak belajar banyak dari melihat, mendengar dan membiasakan. Karenanya orang dewasa tidak boleh bosan menunjukkan sesuatu yang baik kepada mereka.

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :

“Sinarilah rumah kamu dengan shalat”

“Suruhlah anak-anak kamu shalat jika mereka berumur tujuh tahun. Dan pukullah mereka jika telah berumur sepuluh tahun (dan masih tidak melakukannya)”

Karenanya rumah yang dihiasi dengan sholat berjamaah, akan menanamkan kesan yang sangat baik bagi anak. Saking tegasnya penegakan sholat dalam Islam, anak-anak bahkan dibolehkan untuk dipukul jika sudah berusia 10 tahun tapi belum juga melakukan sholat.

Dalam QS Al-Anfal : 28, Allah menyampaikan bahwa anak-anak adalah ujian bagi orang tuanya.Mereka dikaruniakan kepada pasangan ayah ibu supaya keduanya diuji apakah masih berupaya menjadi orang beriman, menegakkan sholat, menunaikan zakat, tidak lalai beribadah sekalipun telah dikaruniai penyejuk hati dan mata, berupa anak-anak yang menyenangkan.

ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆุงู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏููƒูู…ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ูŽ ุนูู†ุฏูŽู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฑูŒ ุนูŽุธููŠู…ูŒ

wa’lamuu (Dan ketahuilah), annamaaย  (bahwa sesungguhnya) amwaalakum (hartamu) wa awlaadakum (dan anak-anakmu) fitnatun (hanya sebagai cobaan) wa annallaaha (dan sesungguhnya Allah) ‘indahu (di sisinya) ajrun (pahala) adziim (yang besar)

Renungan hari kedelapan…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s