Pewaris surga firdaus

Standar

Saya pernah ditanya apa cita-citamu, saya jawab masuk surga. Ya, semua orang tentunya ingin hidup bahagia di dunia, meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, dan menjadi penghuni surga.

Siapakah pewaris surga firdaus ?

Allah menjelaskannya dengan segamblang-gamblangnya pada ayat-ayat awal QS. Al-Mu’minuun.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

qad (sungguh) aflaha (beruntunglah) al-mu’minuun (orang-orang yang beriman)

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ 

alladziina (yaitu) orang-orang yang) fii sholaatihim (dalam sholat mereka) khaasyiuun (khusyu’)

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

walladziina (dan orang-orang yang) an al-laghwi (dari perkataan tak berguna) mu’ridluun (menjauhkan diri)

وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ

walladziina (dan orang-orang yang) hum (mereka) lizzakaati (akan zakat) faailuun (menunaikannya)

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

walladziina (dan orang-orang yang) hum (mereka) lifuruujihim (terhadap kemaluannya) haafidzuun (mereka menjaganya)

إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

illa (kecuali) alaa azwaajihim (terhadap isteri-isteri mereka) au (atau) maa (budak) malakat (yang mereka miliki) fa innahum (maka sesungguhnya mereka) ghairu (tidaklah) maluumin (tercela dalam hal ini)

فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

fa man (Barangsiapa) ibtaghaa (mencari) wa raa (yang di balik) dzaalika (itu) fa ulaaika (maka mereka itulah orang-orang yang) hum (mereka) ‘aaduun (melampaui batas)

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

walladziina (Dan orang-orang yang) hum (mereka) li amaanaatihim (terhadap amanah yang dipikulnya) wa ahdihim (dan janji-janjinya) raa’uun (memelihara)

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

wa lladziina (dan orang-orang yang) alaa (atas) sholaatihim (sholatnya) yuhaafidzuun (memelihara)

أُوْلَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ

ulaaika (Mereka itulah) hum (orang-orang yang) al-waarisun (pewaris)

الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

alladziina (yaitu orang-orang yang) yaritsuuna (yang akan mewarisi) al-firdaus (surga Firdaus) hum (Mereka) fiiha (di dalamnya) khaaliduun (kekal).

Demikianlah Allah menjelaskan bahwa persyaratan utama mendaftar sebagai penghuni surga firdaus adalah beriman. Orang-orang yang beriman sebenar-benarnya, niscayalah dia memelihara sholatnya dengan khusyu. Mereka pun orang-orang yang tidak menghabiskan waktu untuk kebanyakan bersenda gurau membicarakan sesuatu yang tidak penting.

Pewaris surga firdaus adalah mereka yang tak alpa menunaikan zakat. Tidak berusaha menghindari pembayaran zakat ketika sampai nishab dan haulnya. Tetapi selalu berkeinginan segera agar diberi kelebihan harta oleh Allah, untuk dapat dizakatkan. Orang-orang yang bersabar dan berharap mendapatkan posisi ini, merekalah sang pewaris.

Dan orang-orang yang senantiasa menjaga kehormatannya, menjaga diri terhadap hubungan dengan lawan jenis. Menjaga kemuliaan pernikahan, sehingga hanya bergaul dengan istri-istrinya saja.

Orang-orang yang senantiasa memelihara janji. Menepati janji ketika berjanji. Dan menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya. Termasuk menepati waktu-waktu sholatnya.

Itulah sang pewaris. Tidak inginkah kita menjadi salah satu di antaranya ?

Renungan hari ketujuh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s