Malaikat Penjaga

Standar

Kalau sudah terlena dengan sebuah kenikmatan dunia, insan kadang-kadang lupa bahwa dia sedang diawasi. Banyak orang yang menghabiskan waktunya di tempat-tempat maksiat, tetapi karena sudah merasa itu sebagai hal biasa, lebih banyaknya mereka tak merasa berada di tempat maksiat.

Bercanda dan perbualan kadang-kadang melenakan dan susah dihentikan. Sewaktu manusia sedang menikmati perbualan apakah dia menyadari bahwa dia sedang diawasi ?

Siapakah yang mengawasi manusia selalu ?

Allah menjelaskan dalam QS Ar-Rad : 11.

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ

lahu muaqqabaatun (Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran), min baini yadaihi (di muka) wa min khalfihi  (dan di belakangnya),yahfadzuuna (mereka menjaganya) min amrillahi  (atas perintah Allah). Inna llaaha (Sesungguhnya Allah) la yughayyiru (tidak mengubah) maa (keadaan) biqaumin  (suatu kaum) hatta (sehingga) yughayyiru (mereka mengubah) maa bianfusihim (keadaan yang ada pada diri mereka sendiri). wa idzaa (dan apabila) araadallaahu (Allah menghendaki)  biqaumin (terhadap sebuah kaum) suuan (keburukan) fa laa (maka tak ada) maradda lahu (yang dapat menolaknya) wa maa lahu (dan tidaklah ada sekali-kali) min duunihi (selain Dia) min waal (pelindung bagi mereka)

Manusia selalunya dijaga dan diawasi oleh malaikat yang tidak pernah menolak perintah Allah. Malaikat-malaikat itu bergiliran menjaga dan mengawasi manusia.

Malaikat-malaikat itulah yang menjadi penghubung kita dengan Allah, yang bertugas melaporkan kepada Allah apa saja yang kita lakukan seharian. Mereka dilengkapi dengan sebuah catatan yang jujur. Tidak pernah mereka keliru mencatat karena Allah menjaminnya. Sekalipun terlihat seorang manusia melakukan perbuatan baik, tapi malaikat dilengkapi indera untuk mengetahui niatan si pelaku.

Maka boleh jadi tampak dalam pandangan manusia seseorang berbuat baik, namun ternyata malaikat mencatatnya sebagai perbuatan buruk.

Sungguh mengecewakan tatkala kita sudah menganggap amalan kita adalah pahala, tapi ternyata karena keriyaan setitik saja, amalan tersebut tak mendapatkan poin apapun.

Malaikat juga adalah penjaga yang senantiasa memanjatkan doa dan memohonkan kepada Allah untuk keselamatan orang yang dijaganya. Tentu saja dia mendoakan hanya hamba-hamba yang senantiasa berdzikir, senantiasa mengingat Allah di mana pun dan dalam keadaan bagaiamanapun dia.

Karena kita selalu ditemani penjaga, maka patutlah kita berhati-hati dengan segala perbuatan buruk yang kita kerjakan ketika tak ada manusia di sekitar kita, sebab masih ada mata yang senantiasa melihat, dan dia bekerja siang malam tanpa pernah letih. Tidak hanya satu, tetapi Allah telah menciptakan malaikat penjaga manusia dalam jumlah yang tidak diketahui manusia.

Hanya orang-orang yang ingat Allah yang juga akan selalu ingat bahwa dia sedang diawasi dan dijaga.

Renungan hari keenam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s