Silaturrahim

Standar

Suara mamak parau di ujung sana meminta maaf menjelang ramadhan. Ya, mamak selalu mendahului, tatkala lidah saya baru hendak mengucapkan kata maaf.

Kebiasaan meminta maaf sebelum ramadhan sudah sejak dulu kami lakukan. Umumnya orang meminta maaf sesudah ramadhan, sebagai penegas terhapusnya dosa pasca pendadaran panjang puasa. Tetapi ucapan maaf bisa dilantunkan kapan saja.

Bagi yang terfikir tentang kebersihan dan kesucian hati memasuki ramadhan, maka kata maaf sebelum ramadhan adalah mulia untuk diucapkan.  Ucapan maaf semulianya disampaikan terlebih dahulu kepada handai taulan, kakak adik, saudara dekat dan jauh, teman-teman, sebab demikianlah Islam mengajarkan silaturahmi.

Allah dan RasulNya telah mengajarkan silaturahmi, melalui penjelasan dalam Al-Quran dan Hadits.

“Barangsiapa yang suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umur maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” [Hadits Riwayat Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu Dawud 1693]

“Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan dan keburukan? Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ‘ sabda Rasulullah SAW, ‘adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan” (HR Ibnu Majah)

“Yang disebut bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus” (HR Bukhari).

Ada banyak sanak yang terlupakan namanya di dalam kepalaku. Kadang-kadang bahkan para orang tua yang dulu dengan kasih sayang dan kelembutannya mengasuhku tatkala mamak sedang tak sanggup mengawasiku.

Ada banyak nama yang telah melengkapi kehidupan kami dengan cucuran keringatnya. Wajah-wajahnya masih terbayang jelas, tapi namanya mulai hilang. Entah ke mana mereka sekarang. Semoga Allah senantiasa melindungi dan menguatkan imannya.

Ada banyak guru-guru yang telah menanamkan ilmu dalam kepala dan ragaku. Nama-namanya berputar-putar dalam ruang gelap otakku. Wajah-wajahnya timbul tenggelam dengan senyumannya yang khas.

Ada banyak teman yang telah menemani masa kecil dan masa dewasaku. Nama-nama mereka pun tak dapat kuingat jelas. Tapi aku masih ingat pertemanannya denganku yang sungguh memikat.

Allah mengenalkanku dengan semakin banyak nama dan rupa, dan lambat laun menghapuskan pula nama dan rupa yang dulu telah kuhaflkan baik-baik. Apakah demikian adanya manusia kebanyakan ? Ataukah hanya aku yang dibuat lupa dengan sanak, saudara, guru dan teman-temanku?

Sungguh sedih rasanya di hari-hari menjelang ramadhan tak dapat menyapa mereka satu per satu. Mengucapkan maaf karena kealpaan daya ingatku.

Inginku agar Allah senantiasa menurunkan kasih sayangnya kepada kami semua. Menjalinkan dan menyambungkan kembali tali kasih sayangNya di antara kami.

Renungan hari pertama…



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s