Siapakah yang takut kepada Allah ?

Standar

Siapa pun boleh mengatakan bahwa dia takut kepada Allah.
Tetapi Allah mengetahui siapa yang paling takut kepadaNya sebenar-benarnya.

Di dalam Surah Al-Fathiir : 27 – 28 Allah menjelaskan siapa gerangan hambaNya yang sungguh takut itu.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاء مَاء فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُّخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

ayat 27 :

alam (apakah tidak) taroo (kamu melihat) anna (bahwasanya) Allaha (Allah) anzala (telah menurunkan) min (dari) as-samaai (langit) maa-a (air/air hujan) fa akhrajnaa (lalu Kami mengeluarkan) bihii (dengan air itu) tsamaraatin (buah2an) mukhtalifan (yang beraneka ragam) alwaanuha (warnanya) wa min (dan dari/di antara) al-jibaali (gunung2) judadun (garis2) baidlun (putih) wa khumrun (dan merah) mukhtalifun (yang berbeda) alwaanuha (warnanya) wa gharaabiibu (dan ada pula) suudun (hitam)

wa (dan) min (dari/di antara) an-naasi (manusia) wa (dan) ad-dawaabi (binatang2 melata) wa (dan) al-an’aam (hewan ternak) mukhtalifun (sungguh banyak perbedaan/keragaman) alwaanuhu (warnanya). kadzaalika (demikianlah) innamaa (sesungguhnya hanyalah) yakhsyaa (takut) Allaha (kepada Allah) min (dari/di antara) ‘ibaadihi (hamaba-hambaNya) al’ulamaau (adalah para ulama). Inna (sesungguhnya ) Allah (Allah) ‘aziizun (Maha Perkasa) Ghafuuurun (lagi Maha Pengampun)

Ada penjelasan yang menguak misteri alam dalam kedua ayat tersebut, yang tidak bisa dipahami sesiapapun yang tidak berfikir.
Bahwa manusia sudah membuktikan air hujan yang tetesannya meresap ke tanah menumbuhkan biji-bijian yang semula mengalami dormansi (tertidur) karena berusaha bertahan dari deraan alam. Lalu muncullah beraneka ragam tumbuhan di muka bumi tersebar dengan karakter dan habitatnya yang khusus tanpa kita mampu menjelaskan secara ilmiah dari mana asal muasalnya tanaman2 itu.

Pemikiran saya belum dapat mengungkapkan apa yang dimaksud Allah dengan garis2 merah, putih, hitam yang membentang di antara gunung2. Garis2 hitam ditafsirkan sebagai batu-batu hitam, apakah warna merah itu adalah tanah merah atau warna putih itu adalah gurun ? Wallaahu A’lam bishshawaab ?

Lalu Allah pun membuat keragamaan di antara manusia dan hewan. Sehingga tak ada sekalipun manusia yang sama sekalipun dia kembar. Allah menciptakan semuanya dengan presisi yang tepat sehingga tak ada cela pada ciptaanNya.

Darwin mengatakan bahwa semua makhluk mengalami evolusi, jerapah yang semula berleher pendek memanjang lehernya karena kesulitan makanan di permukaan tanah sehingga dia perlu meraih makanan2 di pohon2. Tetapi kenapa jika makanan di permukaan habis, hewan-hewan yang pendek jenis herbivora lainnya tidak memanjangkan lehernya juga ? Hewan2 itu juga menginginkan daun-daun yang menghijau, tetapi tidak ada yang berubah menjadi jerapah.

Sebuah teori kuno tentang jerapah yang lehernya memanjang tidak bisa kupercayai.

Rahasia keberagaman alam adalah misteri Allah. Tetapi Dia menciptakan akal bagi manusia agar tidak menjadi bodoh dengan akal itu, tetapi agar menjadi pandai dan bijaksana setelah menggunakannya.

Di antara semua kemesteriusan dan fakta alam yang memesona itu yang bisa memahaminya dan membuatnya semakin gemetar dan berulang kali harus memujiNya, hanyalah orang-orang yang berilmu lagi beriman.

Maka mari berlomba menjadi ulamaa !

Renungan hari kesembilan….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s