Perkataan yang baik adalah pohon yang kuat

Standar

Banyak sudah saya jumpai orang-orang yang setiap kali berbicara, pembicaraannya memancarkan aroma yang sangat memikat. Bukan karena dia menyemprotkan parfum tertentu ke rongga mulutnya sebelum berkata-kata, tetapi karena indahnya dan halusnya untaian kata yang keluar dari pita suaranya.

Perkataan yang baik adalah pohon yang kuat. Begitu kata Allah di QS Ibrahim : 24-26

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاء

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللّهُ الأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

وَمَثلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ الأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ

Artinya :

alam (apakah tidak) taro (engkau melihat) kaifa (bagaimana) dloroba (membuat) Allahu (Allah) matsalan (perumpaan) kalimatan (kalimat) thoyyibatan (yang baik) kasyajaratin (seperti pohon) thoyyibatin (yang baik) ashluhaa (pokok/akarnya) tsaabitun (kokoh) wa far’uhaa (dan ranting-rantingnya) fi as-samaai (menuju langit).

tuutii (muncullah/tumbuhlah) ukulahaa (buah-buahan) kulla (setiap) hiinin (masa/musim) bi izni (dengan izin) rabbihaa (Tuhannya) wa yadlrabu (dan membuat) Allahu (Allah) amtsaala (perumpamaan2) linnaasi (bagi manusia) laallahum (agar mereka) yatazakkaruun (menjadi ingat)

wa matsalu (dan perumpamaan) kalimatin (perkataan) khasyiiatin (yang buruk) ka syajaratin (seperti pohon) khasyiiatin (yang buruk) ujtutstsat (telah dicabut) min fauqi (dari permukaan) al-ardli( bumi) maa (apa2) lahaa (yg ada padanya) min qaraad (yaitu akar-akarnya).

Allah sungguh indah membuat perumpamaan ini.
Saya teringat setahun yang lalu, seorang teman Jepang yang meneliti tentang Islam di Libanon menunjukkan sebuah buku dari sebuah sekolah anak perempuan di Syiria, di sampul buku itu tergambar sebatang pohon besar dengan ranting yang penuh, lalu tertulislah ayat-ayat indah itu di bawahnya. Teman saya bertanya kepada saya apa arti kalimat2 itu.

Bagi orang yang memahami bahasa Arab dengan fasih pastilah dia akan memuji keindahan bahasa itu. Dan saya yang hanya mengetahui sedikit bahasa Arab, membacanya pun membuat mata saya berair. Saya gemetar karena begitu bersemangat menjelaskan kepadanya bagaimana indahnya perkataan Allah ini.

Perkataan yang baik yang dimaksud dalam ayat ini ditafsirkan sebagai kalimat “laa ilaaha illallaah”. Kalimat ini adalah kalimat yang paling kokoh di antara semua kalimat yang ada di muka bumi ini yang diketahui segala makhluk. Ketika seseorang mengucapkannya maka dia seperti pohon yang kokoh perakarannya dan melimpah ranting-rantingnya dengan arah gerakan ke langit.

Orang yang mengucapkan kalimat di atas adalah orang yang berpijak dengan pijakan kuat di bumi dengan tangan-tangan yang senantiasa menengadah ke langit, mengharapkan rahmat dan kasih sayangNya.

Dalam makna yang lebih luas, perkataan yang baik adalah juga pohon yang kuat yang ranting-rantingnya senantiasa menghasilkan buah. Perkataan yang baik adalah menambah kesuburan induknya ketika kalimat itu disampaikan lagi kepada orang lain, demikian seterusnya.

Adapun perkataan yang buruk adalah seperti pohon yang sudah dicabut perakarannya dan tinggalah dia tak berarti apa-apa, karena rantingnya tak keluar, tunasnya tak muncul dan buah-buahnya tak berhasil mewarnai setiap musim. Sekalipun banyak pupuk dan air yang disiramkan ke sekitar pokoknya, tetap saja dia tak bisa bermanfaat.

Inginnya aku menjadi sekuat pohon yang dilukiskan Allah dalam ayat di atas.
Ingin pula aku semua orang muslim menjadi sekuat itu.

Renungan hari kesepuluh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s