Pengadilan dunia

Standar

Beberapa waktu lalu, atau mungkin masih juga berlangsung hingga sekarang diberitakan kasus-kasus korupsi yang diputarbalikkan di ruang sidang di tanah air. Sehingga yang bersalah menjadi tidak bersalah.
Rakyat yang menontonnya di layar-layar TV ataupun mendengarkan rekaman percakapan telepon menjadi muak, sedih bercampur kasihan karena kebodohan dan kedangkalan iman pelaku2 yang diadili dan mengadili.

Allah mengingatkan insan akan perkara ini dalam QS An-Nisaa ayat 135

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاء لِلّهِ وَلَوْ عَلَى أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالأَقْرَبِينَ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقَيرًا فَاللّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلاَ تَتَّبِعُواْ الْهَوَى أَن تَعْدِلُواْ وَإِن تَلْوُواْ أَوْ تُعْرِضُواْ فَإِنَّ اللّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

yaa ayyuha alladziina (wahai orang-orang) amanuu (yg beriman) kuunuu (jadilah kamu) qawwamiina (penegak) bilqisthi (keadilan) syuhadaa (menjadi saksi) lillaahi (atas nama Allah) wa lau (sekalipun) alaa (atas) anfusikum (diri2mu) aw (atau) alwaalidaini (kedua ibu bapakmu), wal aqrabiin (kerabatmu) . in yakun (jika ia dalam keadaan) ghaniyyan (kaya) aw (atau) faqiiran (fakir) fallaahu (maka Allah) awlaa (lebih mengetahui) bihimaa (kedua kondisi itu) wa laa (dan janganlah) tattabi’u (engkau mengikuti) alhawaa (hawa nafsumu) an ta’diluu (karena ingin menyimpang dari kebenaran) wa in (dan jika) talwuw (engkau memutarbalikkan kata) aw ta’ridluu (engkau enggan menjadi saksi) fa innallaaha (maka sesungguhnya Allah) kaana (keadaanNya) bimaa (terhadap apa-apa) ta’maluuna (yang kalian kerjakan) khabiira (Maha Mengetahui)

Orang yang bersaksi, pihak yang dituduh dan pihak yang mengadili tegakkanlah keadilan !Berpegang teguhlah kepada kejujuran dan kebenaran !

Sudah sering kita lihat Al-Quran dijunjungkan di atas kepala untuk mengangkat sumpah orang-orang muslim yang terlibat dalam perkara hukum. Dengan kata lain, semuanya mengakui adanya Allah.
Tetapi sumpah-sumpah itu sepertinya hanya suara yang keluar dari tenggorokan tanpa pemahaman.

Keadilan dan kejujuran memang sulit ditegakkan jika menyangkut keluarga. Bukan main pedihnya jika seorang ayah mengantarkan anaknya ke jeruji besi karena kesaksiannya. Tetapi hukuman dunia adalah jauh ribuan kali lipat lebih ringan ketimbang hukuman akhirat. Jadi yang mana yang kau pilih…..

Bahwa Allah mengetahui karakter hambaNya yang lunak kepada harta dan kegampangannya menggoyangkan lidahnya yang tak bertulang untuk memutarbalikkan fakta, demi harta. Sebab Allah Tahu bahwa hambaNya lebih banyak menggunakan al-hawaa daripada al-fikr. Maka Allah mengingatkan kita sebanyak-banyaknya agar tetap jujur bersaksi karena Dia Maha Mengetahui yang tersembunyi di dalam hati.

Sayangnya manusia meninggalkan agamanya di masjid ketika dia memasuki ruang pengadilan….

Renungan hari keenambelas….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s