Mengapa puasa

Standar

Hari ini di kelas SD Bhinneka, seorang murid kecil saya bertanya mengapa Allah menciptakan puasa ?

Ini menjelaskannya susah, tapi teman-temannya berebutan menjawab : karena kita dapat merasakan penderitaan, kelaparan yang dialami si miskin.

Ya, hari ini di kelas IPS saya membawa gambar seorang anak kecil kurus yang memakan remah-remah nasi di sebuah lantai kotor. Sambil bertanya kepada murid-murid, jika kalian menemui anak seperti ini apa yang akan kalian lakukan ?

Jawabannya bermacam-macam. Ada yang mau memberinya uang Rp 1000, Rp 100 000, memberinya makanan, memberinya pakaian, memberinya rumah. Ada pula yang belum pernah ketemu dengan anak seperti itu, jadi tidak tahu harus ngapain.

Tapi tatkala saya katakan apakah kalian tidak mengucapkan salam kepada mereka ? Anak-anak terdiam dan pelan-pelan menjawab ’suru’ (ya, mengerjakan)…….lalu akhirnya ’shinai (nggak).

Lalu mengapa ada puasa ?

Di QS Al-Baqarah 183, Allah mengatakan seperti ini :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

yaa (wahai) ayyuhalladziina (orang-orang yang) aamanuu (beriman) kutiba (diwajibkan) alaikum (atas kamu) ashshiyaamu (berpuasa) kamaa (sebagaimana) kutiba (diwajibkan) alaa (atas) alladziina (orang-orang) min (dari) qablikum (sebelum kamu) la’allakum (supaya kalian) tattaquun (bertakwa).

Apakah benar ketika anak-anak menjalani ibadah puasa dia merasakan penderitaan si miskin ? Saya tidak berani mengatakan ya. Dan apakah benar orang dewasa berpuasa supaya dia memahami penderitaan si miskin ? Bagaimana kalau dulu dia adalah orang miskin, sehingga perasaan lapar sudah pernah dia rasakan? Apakah dia masih harus berpuasa ? Atau jika demikian alasannya maka mengapa orang miskin juga harus berpuasa ?

Ya, menjelaskan mengapa ada puasa, mengapa harus puasa tidaklah mudah apalagi kepada anak-anak.

Bahwa Allah mewajibkannya sebagai bentuk ketakwaan, sebagaimana Dia mewajibkan sholat dan mewajibkan zakat dan haji bagi yang mampu. Orang-orang yang melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan adalah orang-orang yang masih percaya, yakin dengan kekuasaanNya, yakin dengan rahmatNya, tunduk dengan perintahNya.

Sebenarnya kita tidak tahu pasti apa alasan Allah mewajibkan puasa selain yang tertulis di dalam KalamNya. Tetapi kita bisa mereka-reka hikmahnya, bahwa dengan puasa, metabolisme usus kita menjadi teristirahatkan. Bahwa ketika berpuasa, tidak hanya makan dan minum yang harus dihentikan tetapi perkataan buruk, amarah, perbuatan keji pun harus dihentikan. Puasa menjadi ajang latihan untuk 11 bulan yang berikutnya.

Berpuasa selama sebulan penuh adalah bentuk ketaatan seorang hamba.

Sayangnya anak-anak tak akan mengerti penjelasan serumit itu….
Sebelum dia benar-benar meyakini akan adanya Allah sebagai Dzat yang harus ditaati.

Renungan hari ketigabelas….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s