Memberi kelapangan

Standar

Jika sudah duduk nyaman, maka tak ada orang yang mau bergeser memberi kelapangan kepada orang baru.

Allah mengingatkan hal ini dalam QS Al-Mujaadilah : 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Yaa ayyuhalladziina aamanuu (hai orang-orang yang beriman) idzaa (apabila) qiila (dikatakan) lakum (kepada kalian) tafassahuu (berlapang-lapanglah) fii lmajaaliis (di majlis-majlis) fafsahuu (maka lapangkanlah) yafsahu llaahu (niscaya Allah melapangkan) lakum (untukmu) wa idzaa (dan apabila) qiila (dikatakan kepadamu) insyuzuu (berdirilah) fansyudzuu (maka berdirilah). yarfa’u llaaha (Allah akan meninggikan) alladziina aamaanu (orang-orang yg beriman) minkum (di antara kalian) walladziina (dan orang-orang yang) uutuul ‘ilma (memberikan ilmu) darajaatin (beberapa derajat) wallaahu (dan Allah) bimaa (terhadap apa-apa) ta’maluuna (yang kalian kerjakan) khabiir (Maha mengetahui)

Setiap hari kita  berebut, memperebutkan harta, posisi, dan kenyamanan.
Siapa cepat dialah yang akan sukses. Tetapi ada di antara sesama yang tidak bisa bergerak dengan cepat karena kondisi tubuhnya. Maka tak bisalah dia dikategorikan dengan jargon siapa cepat dia dapat.

Sikap tangkas dan sigap menjadi ciri-ciri orang yang ingin berjaya, bahkan saking tangkasnya maka ada yang terluka. Siapa saja yang sudah duduk pada kursi kejayaan maka sulit dia menggeser tubuhnya sebab kenyamanan yang dia rasakan begitu melenakan.

Ketika datang ke masjid semua orang ingin nyaman duduk, dan si fulan yang terlambat kesulitan mencari celah di mana dia harus menyisipkan tubuhnya, tak mendengar sebuah panggilan ramah untuk mempersilahkannya duduk, selain mencacinya karena terlambat.

Serupa juga dengan ketika kita berada di jalan. Semuanya bergerak tergesa karena waktu yang sempit. Tak ada yang hendak memberi kelapangan kepada pengendara lain. Maka menjadi sesaklah jalan dengan mobil yang berhimpitan dan hati yang kusut masai.

Memberi kelapangan kepada sesiapa saja adalah memberi rongga untuk berdetaknya jantung kita dengan normal, untuk bekerjanya hati kita dengan lembut.

Maka mari berlomba memberi kelapangan….

Renungan hari keduapuluh enam…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s