Jalan kemudahan

Standar

Inginkah anda dimudahkan oleh Allah ?

Hari ini teman Nepal saya tiba-tiba datang ke kampus. Tidak biasanya dia ngampus hari Minggu. Ternyata dia usai pergi ke temple, memohon kepada Tuhan yang diyakininya agar beroleh kemudahan dari beragam kesulitan yang dihadapinya saat ini.

Saya terpekur.  Di Surat Al-Lail ayat 4-10 Allah mengatakan seperti ini :

Artinya dalam model shorogan

inna (sesungguhnya) sa’yakum (jalan yang kalian tempuh-usaha) lasyatta (sungguh berbeda-beda)
fa (maka) amma man (adapun orang yang) a’thou (memberi) wa (dan) ittaqo (bertakwa)
wa shoddaqo (lalu dia membenarkan) bil husnaa (adanya kebaikan-syurga)
fa (maka) sayunnasiruhuu (kami akan memudahkannya) lil yusraa (kepada jalan kebaikan-syurga)
wa (dan) amma man (adapun orang) bakhila (kikir) wastaghnaa (lagi merasa diri berkecukupan)
wa kazzaba (dan dia mendustakan) bil husnaa (adanya kebaikan-syurga),
fa (maka) sanuyassiruhu (Kami mudahkan jalannya) lil ‘usraa (kepada jalan keburukan-neraka)

Mendapat kemudahan dari Allah ternyata tidak bisa diperoleh begitu saja tanpa didahului dengan keikhlasan memberi harta yang terbaik. Memberi tidak selalu berupa materi, tetapi bisa saja memberi kemudahan kepada sesama.
Jika sesuatu bisa dipermudah maka mengapa memusingkan diri untuk membuatnya sulit bagi saudaramu ?
Sesudah memberi, maka janganlah hati gelap-mu mengetahui itu, sebab dia akan menceritakan kebaikan itu kepada orang lain, maka jadilah bukan ketakwaan yang engkau dapati, tetapi riya’ yang akan semakin menghitamkan hatimu.

Kemudahan pun tidak bisa datang jika engkau tidak mengakui kebenaran akan adanya syurga, yang terwujud dari ketakutanmu akan amalan yang sedikit dan dosa yang menggunung.
Meyakini Allah tidak bisa separuh. Bahwa kau hanya yakin adanya Allah tapi tidak yakin dengan syurgaNya, dengan alasan karena sains tidak bisa membuktikannya.

Sebaliknya, gampang sekali jika engkau berharap kesulitan menimpamu.  JIka dirimu sudah merasa bahwa karena kerja keraslah hartamu menggunung, karena kepandaianmulah tabunganmu berderet panjang angka nolnya, lalu ditambah lagi dengan keyakinan buta bahwa kau bisa hidup tentram dengan harta itu, maka Allah semakin memerosokkan jalanmu yang sudah gelap.

Maka salahlah aku ketika selalu mengeluh ini susah, itu susah.
Allah tidak membuatnya mudah untukku karena barangkali aku pun belum memudahkan jalan sesamaku.

Renungan hari ketujuh…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s