Hidayah

Standar

Murid Bahasa Indonesia saya masuk Islam.
Alhamdulillah, Subhanallah, ucapan syukur dan pujian semata untukNya yang mengetahui peruntungan hamba-hambaNya.

Hidayah Allah sangat misterius….

QS Al-Qhosos : 56

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاء وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Seperti biasa dengan gaya pesantren (shorogan) :

innaka (sesungguhnya engkau) laa (tidaklah) tahdiy (dapat memebri petunjuk-hidayah) man (siapa saja) ahbabta (yang engkau cintai), wa laakinna (akan tetapi) Allaha (Allah) yahdii (memberi petunjuk) man (siapa saja) yasyaau (yang dia kehendaki), wa huwa (dan Dia) a’lamu (mengetahui) bil-muhtadiin (siapa saja yang mau menerima petunjuk)

Pernahkah anda menginginkan sekali ibu, kakak, adik memakai kerudung, atau ingin sekali ayah menjadi rajin sholat dan berpuasa ?
Sekalipun anak tak pernah berhenti memohon kepadaNya, tapi tidak juga ada kecerahan.
Kadang-kadang bahkan membawa keputusasaan….sehingga doa mungkin terhenti.

Ayat di atas menjawab semuanya.
Tidak ada di antara makhlukNya, malaikat sekalipun yang mengetahui siapa yang layak mendapatkan hidayah sebelum Allah menyuruh malaikat-malaikatNya untuk mengirimkan ketenangan dan ketentraman kepada seorang hamba yang telah Allah ketahui bahwa hamba tersebut ingin sekali mengenalNya dengan lebih baik.

Bahagia sekali murid saya menjadi orang yang terpilih.
Dan bahagianya saya menjadi orang yang mendapatkan hidayah itu sejak lahir.

Renungan hari keenam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s