Dan tidak ada sehelai daun yang gugur…

Standar

Angin bertiup agak kencang semalam.
Pagi ini pohon yang terlihat selalu dari balik jendela ruang belajar pelan-pelan mulai mencoklat, sebentar lagi akan menguning, memerah dan wajah negeri sakura pun akan semakin elok dengan warna merah momiji.

Saya teringat dengan firman Allah QS An-Naml : 59

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَلاَ حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأَرْضِ وَلاَ رَطْبٍ وَلاَ يَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

wa ‘indahu (dan di sisiNya) mafaatiihul ghaib (kunci-kunci yang ghaib) laa ya’lamuha (tidaklah mengetahuinya) illa huwa (kecuali Dia) wa ya’lamu (Dan Dia mengetahui) maa fiil barri (apa-apa yang ada di daratan) wal bahri (dan lautan) wa maa (dan tidaklah) tasquthu (gugur) min waraqatin (selembar daun) illaa (kecuali) ya’lamuha (Dia mengetahuinya) wa laa habbatin (dan tidak pula jatuh sebutir biji) fii dzulumatil ardli (dalam kegelapan bumi) wa laa (dan tidak pula sesuatu yang basah) wa laa yaabisin (dan tidak pula yang kering) illa fii kitaabin mubiin (kecuali sudah tertulis dalam lauhil mahfuudz)

Suara ramai chicadas (semi) yang menyemarakkan musim panas di Jepang mendadak hilang, dan tak ada yang dapat memastikan kapan dia lenyap. Seekor semi yang sudah mati saya temukan bulan lalu dalam perjalanan ke kampus. Sekarang teronggok di meja belajar. Tak tahu kapan dia jatuh dari pohon tempatnya biasa bersembunyi.

Sebagaimana tak tahu apa yang sedang semi-semi itu kerjakan di dalam tanah hingga musim panas mendatang.

Perubahan menguning, memerah dan gugur satu per satu daun-daun pun tak terpelajari dengan baik olehku. Bahkan mungkin tak sanggup menunggui berapa lama sehelai daun akan jatuh. Tetapi Allah mempunyai kitab yang mencatat dengan rinci kapan sehelai daun jatuh.

Apa yang terjadi di musim gugur nanti pun tak kuketahui, bahkan tak berani memastikan bahwa daun-daun momiji akan tetap memerah sebagaimana lazimnya dia, sebab Allah Maha Berkehendak. Dia berkuasa mengubah sesuatu yang lazim menjadi tak lazim.

Tanggal 13 September lalu, anak-anak SD di Jepang diingatkan oleh guru-gurunya untuk berjaga-jaga kemungkinan akan ada gempa besar karena adanya sebuah ramalan yang mengganggu keimanan sebagian orang. Seorang peramal ulung dari India memprediksi tepat gempa yang terjadi di China sebelumnya dan kembali dia mengumumkan gempa besar yang akan terjadi di Nagoya.

Allah tidak menyerahkan kunci-kunci hal-hal ghaib seperti itu kepada makhlukNya, sekalipun kepada jin dan malaikat yang ghaib.

Renungan hari keduapuluh tujuh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s