Boros dan kikir

Standar

Apakah saya termasuk pemboros ? Kadang-kadang ya kadang-kadang tidak.
Saya pemboros kepada ‘orang-orang yang telah berjasa membawa saya kepada kehidupan hingga detik ini, sayangnya mereka bukan orang yang gemar meminta.

Boros menurut Allah adalah (QS Al-Israa : 26-30)

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

wa ti (dan berikanlah) dzalqurba (kepada keluarga dekatmu) haqqahu (haknya) wal miskiin (dan orang miskin) wabnassabiila (dan kepada orang yang dalam perjalanan) walaa (dan janganlah) tubadzdzir (menghamburkan harta) tabdziiran (dengan boros)

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

inna (sesungguhnya) almubadzdziriina (pemboros2 itu) kaanuu (menjadilah mereka) ikhwaana (saudara2) assyayaathiin (syaithon) wa kaana (dan adalah) assyayaathiinu (syaithon2 itu) li rabbihi (kepada Tuhannya) kafuuran (ingkar)

وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاء رَحْمَةٍ مِّن رَّبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُل لَّهُمْ قَوْلاً مَّيْسُورًا

wa imma (dan apabila) tu’radlanna (kamu berpaling) anhum (dari mereka-keluarga2 mu) ibthigaa (untuk mendapatkan) rahmatin (rahmat) min rabbika (dari Tuhanmu) tarjuuhaa (yang kamu harapkan) fa qul (maka katakanlah) lahum (kepada mereka) qaulan (perkataan) maysuuran (yang pantas)

وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا

wa laa (dan janganlah) taj’al (kamu menjadikan) yadaka (tanganmu) maghluulatan (terbelenggu) ilaa (ke) ‘unuqika (lehermu) wa laa (dan janganlah) tabsuth haa (mengulurkannya) kullal busthi (terlalu berlebihan) fataq’uda (maka kamu akan terikat) maluuman (menjadi tercela) mahsuuran (menyesal)

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاء وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

inna rabbaka (sesungguhnya Tuhanmu) yabsuthu (melapangkan) arrizqi (rizki) li man (kepada siapa saja) yasyaa (yang Dia kehendaki) wa yaqdiru (dan menyempitkannya) innahu (sesungguhnya Dia) kaana (keadaanNya) khabiiran (Maha Mengetahui) bashiiran (Maha Melihat)

Di dalam harta yang kita miliki ada hak orang-orang berikut : keluarga dekat, orang miskin, ibnu sabiil. Pada ayat yang lain Allah menjelaskan 8 golongan yang berhak menerima zakat dan shodaqoh.
Tetapi Allah juga melarang kita boros kepada diri sendiri dan kepada mereka yang kita beri.

Akibatnya karena sifat boros akan terjerumus kepada langkah syaithon. Memberi keluarga terdekat dalam jumlah yang berlebih-lebih dari yang dia butuhkan, akan membawanya kepada pemborosan. Demikian pula memanjakan diri dengan segala macam kesenangan karena uang yang menumpuk pun mengantarkan kepada jalan yang dibangun syaithan.

Negara yang mempunyai uang dari pajak rakyat, hutang dan sedikit harta pribadi, masih juga boros kepada orang-orang yang sudah hidup lebih daripada layak. Dan ini membuat ‘orang-orang’ tersebut terjerumus kepada jalan syaithon. Tapi siapa negara itu jikalau bukan manusia juga ?
Atau bisakah dikatakan bahwa ‘orang-orang’ itu sendiri yang membuat aturan yang memboroskan harta rakyat dan menjerumuskan dirinya sendiri ke perangkap syaithon ?

Jika tak cukup harta untuk diberikan kepada mereka yang berhak, maka jangan tinggalkan mereka tapi temuilah mereka dengan mengucapkan kata-kata yang halus. Tidak ada orang yang ingin hidup merana dan kekurangan. Dan bukan pula mereka orang-orang yang tak mau bekerja. Maka, jangan menyakiti mereka dengan lidah yang tak bertulang, lebih baik diam jika tak mampu berkata baik.

Jangan pula mengikatkan tanganmu di leher. Menjadi kikir karena merasa telah membanjir keringat yang keluar untuk mendapatkan harta. Apalagi kepada orang-orang yang membutuhkan uluran tanganmu. Kekikiran boleh saja diterapkan kepada orang-orang yang tak pandai mengatur hartanya di jalan Allah.

Sifat boros dan kikir adalah menjadi hal yang seharusnya memalukan ketika kita menyadari bahwa Allah yang meluaskan rizki dan Dia pula yang menyempitkannya. Maka pergunakanlah rizki itu untuk dirimu dan orang lain sesuai takarannya.

Sayangnya manusia bersifat boros kepada kehidupan dunianya dan sangat kikir kepada akhiratnya….

Renungan hari keduabelas…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s