Islam telah menghargai kewanitaan wanita dan Islam menganggap wanita sebagai unsur penyempurna bagi kaum laki-laki, sebagaimana laki-laki juga penyempurna bagi wanita. Maka bukanlah antara satu sama lain dari mereka itu sebagai musuh, bukan pula sebagai saingan, akan ketapi wanita sebagai penolong bagi kaum laki-laki untuk menyempurnaan kepribadian dan jenisnya, dan sebaliknya. Sunnatullah telah berlaku pada makhluk-Nya bahwa perkawinan itu termasuk karakter tuntutan naluriah makhluk, sehingga kita melihat jenis kelamin laki-laki dan wanita itu ada di alam manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Demikian juga positif dan negatif yang ada pada alam benda, seperti listrik, magnit dan lainnya sampai atom, yang di dalamnya terdapat kekuatan listrik positif dan kekuatan (aliran) yang negatif (Elektron dan Proton). Lanjutkan membaca ‘WANITA SEBAGAI WANITA’
Arsip untuk Kategori 'Wanita Islam'
WANITA SEBAGAI WANITA
Tersebar di kalangan orang-orang yang tidak suka terhadap Islam bahwa Islam telah memenjarakan wanita di dalam rumah, sehingga ia tidak boleh keluar dari rumah kecuali ke kubur. Apakah ini mempunyai sandaran yang shahih dari Al Qur’an dan As-Sunnah? Atau dari sejarah muslimat pada tiga kurun yang pertama yang merupakan sebaik-baik kurun? Tidak!, sama sekali tidak!…, karena Al Qur’an telah menjadikan laki-laki dan wanita sebagai partner dalam memikul tanggung jawab yang terbesar dalam kehidupan, yaitu tanggung jawab untuk beramar ma’ruf dan nahi munkar. Lanjutkan membaca ‘WANITA SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT’
TALAK (PERCERAIAN)
Para Misionaris dan Orientalis dewasa ini memusatkan serangannya pada dua permasalahan yang berkaitan dengan wanita, yaitu masalah perceraian (talak) dan poligami.Sungguh sangat disayangkan ghazwul fikri yang disebarkan oleh mereka itu sudah mendapat sambutan Iuas dari kaum Muslimin. Sehingga mereka ikut-ikutan menganggap kedua masalah tersebut sebagai problematika rumah tangga dan masyarakat.Padahal sesungguhnya Islam tidak mensyari’atkan kedua masalah tersebut kecuali untuk menyelesaikan problematika yang cukup banyak dalam kehidupan lelaki, wanita, rumah tangga dan masyarakat. Dan problem yang sebenarnya adalah terletak pada kesalahfahaman terhadap syari’at Allah atau salah dalam penerapannya. Dan segala sesuatu, apabila tidak benar dalam penerapannya maka akan menimbulkan bahaya yang lebih besar. Lanjutkan membaca ‘TALAK (PERCERAIAN)’
WANITA SEBAGAI ISTRI
Sebagian agama dan sistem menganggap wanita sebagai barang yang najis atau sesuatu yang menjijikkan dari perbuatan syetan yang harus dijauhi dan lebih baik hidup menyendiri.Sebagian yang lainnya menganggap bahwa kedudukan seorang istri sekedar sebagai alat pemuas nafsu bagi suaminya atau yang meladeni makanannya dan menjadi pelayan di dalam rumah tangganya. Lanjutkan membaca ‘WANITA SEBAGAI ISTRI’
IBU TELADAN DALAM AL-QURAN
Di antara taujih Al Qur’an adalah bahwa Al Qur’an telah meletakkan di hadapan orang-orang yang beriman (laki-laki atau wanita) berbagai contoh teladan dari para ummahat shalihat, yang mempunyai pengaruh dan peran penting di dalam sejarah keimanan. Lanjutkan membaca ‘IBU TELADAN DALAM AL-QURAN’
Wanita Adalah IBU
Sejarah tidak pernah mengenal adanya agama atau sistem yang menghargai keberadaan wanita sebagai ibu yang lebih mulia daripada Islam.
Tetap mengutip tulisan Dr Yusuf Qardhawi, Sistem Masyarakat Islam dalam Al-Quran dan Sunnah Lanjutkan membaca ‘Wanita Adalah IBU’
Wanita Sebagai Manusia
Banyak sekali yang seharusnya diketahui oleh wanita dalam kedudukannya sebagai makhluk Allah dan sebagai pengemban amanah dari-Nya. Tidak sekedar hukum-hukum ibadah yang rutin dia kerjakan seperti shalat, puasa, zakat, tetapi pun hukum-hukum lain yang menyangkut perannya sebagai manusia, Ibu, anak, sekaligus wanita sendiri. Tulisan kali ini saya copy-kanĀ dari tulisan Dr Yusuf Qardhawi, Sistem Masyarakat Islam dalam Al-Quran dan Sunnah. Semoga dengannya saya beroleh pahala atas menyebarkan ilmu yang bermanfaat dan beroleh ilmu yang dengannya saya dapat beramal dengan baik. Lanjutkan membaca ‘Wanita Sebagai Manusia’
Wanita sebagai ANAK
Bangsa Arab di masa jahiliyah pesimis dengan kelahiran anak-anak wanita dan mereka merasa hina, sehingga ada salah seorang bapak yang berkata ketika dikaruniai anak wanita, “
Demi Allah, ia bukan sebaik-baik anak, pertolongannya adalah hanya membuat tangis dan berbuat baiknya adalah pencurian.”Ia bermaksud bahwa anak wanita tidak bisa menolong ayahnya dan keluarganya kecuali dengan jeritan dan tangis belaka, tidak dengan peperangan dan senjata, dan tidak bisa berbuat baik kepada keluarganya kecuali mengambil harta suaminya untuk keluarganya. Lanjutkan membaca ‘Wanita sebagai ANAK’
Komentar Terakhir