Penentang Allah
Agustus 29, 2011 1 Komentar
Apakah kita tergolong sebagai manusia yang selalu menentang Allah? Kadang kala tidak menyadari bahwa kita telah melangkah sebagai seorang penentang kekuasaanNya. Sebab sejatinya mudah sekali manusia menjadi takabur (sombong).
Ayat berikut ini menunjukkan betapa lancangnya manusia dan betapa sulitnya menjadi orang yang mau menerima kekuasaan Allah SWT, jika hati tidak disinari cahaya iman.
- Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah: “Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)”. Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu. (QS. 10:21)
- Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah keni’matan hidup dunia, kemudian kepada Kamilah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 10:23)
Setiap insan pasti pernah mengalami penderitaan dan masalah. Jika dia orang yang beriman, maka tentulah kepada Allah dia akan meminta solusinya. Tatkala solusi sudah diberikan dan Allah menampakkan kasih sayangNya kepada si hamba, mendadak hamba lupa bahwa itu adalah pemberian Allah. Si hamba kemudian berbuat sewenang-wenang kepada sesamanya dengan harta yang dipunyai, dengan jabatan dan kuasa yang dimilikinya.
Ketika Allah mengujinya kembali dengan penderitaan kedua, kembali dia merintih memohon pertolongannya. Tetapi setelah kondisinya membaik, berbaliklah dia menjadi orang yang sombong dan menentang kuasa Allah.
Bukankah kita tanpa disadari pernah melakukannya, walaupun kesombongan itu hanya berupa riya kecil belaka? Naudzubillaahi min dzalik wanastaghfirullah.
Renungan hari keduapuluh lima…
Pingback: Penentang Allah « Berguru