Menunda-nunda sholat

Kecintaan manusia pada sholat naik turun sebagaimana berfluktuasinya iman seseorang. Kadang-kadang dia sangat merindui sholat sehingga ingin mengerjakannya pada saat dia terlarang melakukannya. Tetapi sering pula dia merasa berat dan malas bergerak mengambil air wudhu saja untuk mengawali ibadah sholatnya.

Tidak sebanding dengan keinginannya selalu untuk diberi rahmat, keberkahan, dan keselamatan oleh Allah, manusia masih terhitung sangat malas dan kurang bersegera memenuhi panggilanNya.

Yang sering melalaikannya dari sholat kebanyakannya adalah karena kenikmatan duniawi. Sibuk bekerja, sibuk membaca, sibuk menulis, sibuk memasak, sibuk mengobrol, sibuk mengasuh anak, dan sibuk-sibuknya yang lain yang tiada habisnya.

Di negeri yang tak terdengar suara adzan berkumandang semasa ramadhan ini, panggilan dan ajakan untuk sholat sepi. Hanya bergaung dari komputer dan HP yang diset khusus untuk itu. Maka bertambah pula kealpaan manusia untuk menyegerakan sholat di negeri matahari terbit.

Seandainya senantiasa kita diingatkan akan mati, seandainya selalunya kita dipahamkan bahwa kematian bisa datang seketika, andaikan terus menerus iman kita ditinggikan Allah, maka tentulah kita akan menjadi pecinta sholat.

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda : “…Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).

Demikian Rasulullah mengingatkan tentang utamanya orang yang menyegerakan sholat.

Pada hadits lain, Rasulullah menyebutkan pahala-pahala yang berbeda bagi siapa yang mendahulukan sholat jumat,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ”anhu dari Rasulullah shallallahu ”alaihi wasallam beliau bersabda:”Barang siapa yang mandi junub pada hari jum’at lalu berangkat menuju shalat juma’at (paling awal), maka dia seperti telah berkurban unta, barang siapa yang berangkat pada waktu yang kedua, maka dia seperti berkurban sapi, barang siapa yang berangkat pada waktu yang ketiga, maka dia seperti berkurban domba bertanduk, barang siapa yang berangkat pada waktu yang keempat, maka seperti berkurban ayam, dan barang siapa yang berangkat pada waktu yang kelima, maka seperti berkurban telor, dan apabila imam (khathib) telah datang, maka para Malikat pencatat mendengarkan khutbah.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka marilah bersegera pada panggilan Allah…

Renungan hari kesebelas

2 Responses to Menunda-nunda sholat

  1. Yupz,bener mengatakan:

    Bisa lebih lagi dong materiY

  2. nurul hasanah mengatakan:

    apa yang di maksud menunda nunda sholat?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: